DOSEN ILMU PEMERINTAHAN UNIMUDA SORONG GERAKKAN GENERASI MUDA RAJA AMPAT MELALUI DIGITAL CAMPAIGN GREEN VILLAGE

DOSEN ILMU PEMERINTAHAN UNIMUDA SORONG GERAKKAN GENERASI MUDA RAJA AMPAT MELALUI DIGITAL CAMPAIGN GREEN VILLAGE

Pemuda Bergerak, Desa Hijau, Masa Depan Berkelanjutan

SORONG — Komitmen Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong dalam menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat kembali diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan oleh dosen Program Studi Ilmu Pemerintahan di SMK Negeri 3 Raja Ampat.

Kegiatan pengabdian tersebut mengusung tema “Pemberdayaan Generasi Muda melalui Digital Campaign Green Village untuk Mendukung Pembangunan Desa Berkelanjutan.” Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam memperkuat kapasitas generasi muda agar mampu mengambil peran aktif dalam pembangunan desa sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan oleh Yoga Andriyan, M.I.P., selaku Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan UNIMUDA Sorong, bersama Sofyan Muhamad, M.I.P., Dosen Program Studi Ilmu Pemerintahan UNIMUDA Sorong.

Kehadiran kedua akademisi tersebut menjadi wujud nyata bahwa kampus tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga hadir secara langsung di tengah masyarakat untuk memberikan pengetahuan, keterampilan, dan inspirasi kepada generasi muda.

GENERASI MUDA RAJA AMPAT, MOTOR PERUBAHAN DESA BERKELANJUTAN

Raja Ampat dikenal memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa. Potensi tersebut menjadi aset penting bagi pembangunan daerah dan desa. Namun, keberlanjutan potensi tersebut membutuhkan keterlibatan generasi muda yang memiliki kesadaran lingkungan, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Melalui kegiatan PkM ini, Yoga Andriyan, M.I.P. dan Sofyan Muhamad, M.I.P. mendorong para siswa SMK Negeri 3 Raja Ampat untuk melihat teknologi digital sebagai instrumen positif dalam mendukung pembangunan desa.

Generasi muda tidak hanya diarahkan menjadi pengguna media sosial, tetapi juga didorong menjadi produsen informasi, komunikator publik, dan agen perubahan yang mampu menyuarakan berbagai potensi serta persoalan desa melalui konten digital yang kreatif dan edukatif.

Konsep Digital Campaign Green Village menjadi pendekatan utama untuk membangun kesadaran tersebut.

DARI MEDIA SOSIAL MENUJU GERAKAN PEMBANGUNAN DESA

Di era transformasi digital, media sosial memiliki kekuatan besar dalam membentuk opini, menyebarkan informasi, membangun kesadaran publik, dan mempromosikan potensi lokal.

Karena itu, generasi muda Raja Ampat diberikan pemahaman bahwa satu konten digital yang kreatif dapat menjadi pintu masuk bagi lahirnya gerakan sosial yang lebih besar.

Dalam kegiatan tersebut, peserta didorong untuk memahami bagaimana merancang kampanye digital yang efektif, menentukan isu lingkungan dan pembangunan desa, menyusun pesan kampanye, membangun identitas Green Village, serta mengemas pesan melalui berbagai bentuk konten digital.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masa depan desanya.

GREEN VILLAGE: MEMBANGUN DESA DENGAN KEPEDULIAN

Tema Green Village yang diangkat dalam kegiatan ini memiliki pesan yang kuat: pembangunan desa tidak cukup hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik, tetapi juga harus memperhatikan keberlanjutan lingkungan, partisipasi masyarakat, dan kualitas sumber daya manusia.

Generasi muda memiliki posisi strategis dalam mewujudkan hal tersebut.

Melalui kampanye digital, siswa dapat mengangkat berbagai isu dan potensi lokal, seperti kebersihan lingkungan, pelestarian alam, pengelolaan sampah, budaya lokal, potensi ekonomi masyarakat, hingga promosi berbagai inovasi desa.

Dengan demikian, Digital Campaign Green Village tidak berhenti sebagai aktivitas membuat konten, tetapi diarahkan menjadi media edukasi dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa.

KETUA PROGRAM STUDI ILMU PEMERINTAHAN: KAMPUS HARUS HADIR DI TENGAH MASYARAKAT

Sebagai Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan UNIMUDA Sorong, Yoga Andriyan, M.I.P. menunjukkan komitmen untuk memperkuat keterhubungan antara dunia akademik dengan kebutuhan masyarakat.

Menurut semangat yang dibangun dalam kegiatan tersebut, ilmu pemerintahan tidak hanya berbicara mengenai birokrasi dan administrasi pemerintahan, tetapi juga menyangkut bagaimana masyarakat dapat dilibatkan dalam proses pembangunan dan bagaimana generasi muda dapat mengambil peran sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan dan pembangunan.

Sementara itu, Sofyan Muhamad, M.I.P. turut memperkuat kegiatan melalui perspektif akademik dan pendekatan pemberdayaan generasi muda, khususnya dalam mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk kepentingan sosial dan pembangunan berkelanjutan.

Kolaborasi kedua dosen tersebut menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat menjadi ruang untuk mempertemukan pengetahuan akademik, kreativitas generasi muda, teknologi digital, dan kebutuhan pembangunan desa.

MEMBENTUK PEMUDA SEBAGAI DIGITAL AGENT OF CHANGE

Salah satu pesan penting yang dibangun dalam kegiatan ini adalah bahwa generasi muda harus berani mengambil peran.

Pemuda tidak harus menunggu menjadi pejabat, pemimpin desa, atau tokoh masyarakat untuk memberikan kontribusi. Dengan smartphone, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan, mereka sudah dapat memulai perubahan dari hal-hal sederhana.

Membuat video tentang kebersihan kampung, mempromosikan produk lokal, memperkenalkan budaya masyarakat, mengangkat keindahan alam Raja Ampat secara bertanggung jawab, hingga mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan merupakan bentuk nyata partisipasi generasi muda.

Inilah semangat Digital Campaign Green Village: menjadikan teknologi sebagai alat perubahan dan generasi muda sebagai penggeraknya.

DARI SMK NEGERI 3 RAJA AMPAT UNTUK MASA DEPAN DESA

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan Yoga Andriyan, M.I.P. dan Sofyan Muhamad, M.I.P. menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran generasi muda mengenai pentingnya pembangunan desa yang berkelanjutan.

Diharapkan, kegiatan tersebut tidak berhenti pada saat program pengabdian selesai, tetapi dapat menjadi awal bagi lahirnya berbagai kreativitas dan gerakan digital yang dilakukan oleh siswa dan generasi muda Raja Ampat.

Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, sekolah, generasi muda, masyarakat, dan pemerintah desa dalam membangun ekosistem pembangunan yang partisipatif, inovatif, dan berkelanjutan.

PEMUDA BERGERAK, DESA HIJAU, MASA DEPAN BERKELANJUTAN

Dari SMK Negeri 3 Raja Ampat, semangat perubahan itu dimulai.

Melalui tangan-tangan generasi muda, teknologi digital dapat menjadi kekuatan baru untuk memperkenalkan potensi desa, menjaga lingkungan, memperkuat partisipasi masyarakat, dan membangun optimisme terhadap masa depan.

Kehadiran Program Studi Ilmu Pemerintahan UNIMUDA Sorong melalui Yoga Andriyan, M.I.P. dan Sofyan Muhamad, M.I.P. menjadi bukti bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan.

Sebab, desa yang kuat tidak hanya dibangun dengan infrastruktur, tetapi juga dengan generasi muda yang memiliki pengetahuan, kepedulian, kreativitas, dan keberanian untuk bergerak.

Green Village bukan sekadar sebuah kampanye. Green Village adalah gerakan. Dan generasi muda adalah penggeraknya.

UNIMUDA Sorong — Mengabdi, Memberdayakan, dan Menggerakkan Generasi untuk Indonesia Berkelanjutan.