Dosen Ilmu Pemerintahan UNIMUDA Sorong Hadiri Bimtek Nasional Penguatan dan Pengusulan Prodi Baru FK dan FKG PTMA

Dosen Ilmu Pemerintahan UNIMUDA Sorong Hadiri Bimtek Nasional Penguatan dan Pengusulan Prodi Baru FK dan FKG PTMA

KABUPATEN SORONG — Komitmen Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong dalam memperkuat tata kelola akademik, pengembangan kelembagaan, serta peningkatan mutu pendidikan tinggi terus mendapat perhatian serius. Hal tersebut salah satunya diwujudkan melalui keikutsertaan Jusmin, S.Sos., M.Ec.Dev., Dosen Program Studi Ilmu Pemerintahan UNIMUDA Sorong, dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan dan Pengusulan Program Studi Baru Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) yang diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Kegiatan tersebut menjadi momentum strategis bagi PTMA dalam memperkuat kapasitas kelembagaan sekaligus membangun pemahaman yang lebih komprehensif mengenai proses pengembangan dan pengusulan program studi baru, khususnya pada bidang kedokteran dan kedokteran gigi.

Keikutsertaan Jusmin dalam agenda nasional tersebut menunjukkan bahwa penguatan kualitas perguruan tinggi tidak hanya menjadi tanggung jawab fakultas atau program studi tertentu, tetapi membutuhkan keterlibatan sumber daya akademik dari berbagai disiplin ilmu. Perspektif Ilmu Pemerintahan dan tata kelola kelembagaan menjadi bagian penting dalam memastikan setiap proses pengembangan pendidikan tinggi berjalan secara sistematis, akuntabel, adaptif, dan berorientasi pada pemenuhan standar mutu.

Dalam konteks PTMA, pengembangan program studi baru juga memiliki dimensi strategis yang berkaitan dengan tata kelola organisasi, perencanaan kelembagaan, pemenuhan regulasi, sumber daya manusia, kurikulum, sarana dan prasarana, sistem penjaminan mutu, serta keberlanjutan program studi.

Bimtek ini sekaligus menjadi ruang pembelajaran dan pertukaran pengalaman antarpengelola perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dari berbagai wilayah Indonesia. Forum tersebut memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperkuat pemahaman mengenai tahapan, persyaratan, strategi, dan berbagai aspek teknis yang perlu dipersiapkan dalam proses pengusulan program studi baru.

Jusmin, S.Sos., M.Ec.Dev. menilai pengembangan program studi merupakan bagian integral dari strategi peningkatan mutu dan daya saing perguruan tinggi. Menurutnya, setiap pengembangan kelembagaan harus dibangun berdasarkan kebutuhan masyarakat, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, ketersediaan sumber daya, serta kemampuan perguruan tinggi dalam menjamin keberlanjutan penyelenggaraan pendidikan.

“Pengembangan program studi baru harus dipersiapkan secara matang, bukan hanya dari sisi administratif, tetapi juga dari aspek tata kelola, sumber daya manusia, kurikulum, sarana prasarana, penjaminan mutu, serta relevansinya dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan nasional,” ujar Jusmin.

Lebih jauh, keterlibatan akademisi Ilmu Pemerintahan dalam forum strategis tersebut memperlihatkan pentingnya pendekatan lintas disiplin dalam pengembangan perguruan tinggi. Bidang kedokteran dan kedokteran gigi memang berorientasi pada pengembangan keilmuan kesehatan, namun keberhasilan penyelenggaraannya tetap membutuhkan dukungan tata kelola kelembagaan yang kuat, sistem administrasi yang efektif, perencanaan strategis, serta mekanisme penjaminan mutu yang berkelanjutan.

Bagi UNIMUDA Sorong, keterlibatan dalam kegiatan yang diselenggarakan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah juga memiliki arti penting dalam memperluas wawasan dan jejaring akademik di lingkungan PTMA. Pertukaran pengetahuan dan pengalaman tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap penguatan budaya mutu dan tata kelola pendidikan tinggi di kawasan Papua Barat Daya.

Kegiatan Bimtek ini pada akhirnya bukan sekadar forum teknis mengenai pengusulan program studi baru. Lebih dari itu, agenda tersebut menjadi bagian dari gerakan strategis Muhammadiyah dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang unggul, adaptif, berkemajuan, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia.

Kehadiran Jusmin menjadi representasi bahwa penguatan PTMA membutuhkan kolaborasi lintas bidang keilmuan dan lintas institusi. Dari ruang akademik hingga tata kelola kelembagaan, setiap unsur memiliki peran penting dalam memastikan perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah terus tumbuh, berkembang, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

Dengan semangat tersebut, partisipasi dosen UNIMUDA Sorong dalam forum nasional Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah diharapkan semakin memperkuat kapasitas akademik dan kelembagaan kampus, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi pengembangan pendidikan tinggi Muhammadiyah di Indonesia, khususnya di wilayah Indonesia Timur.