Perkuat Wawasan Keislaman, Kebangsaan, dan Multikulturalisme di Lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah
SORONG — Komitmen untuk terus meningkatkan kapasitas akademik dan memperluas wawasan keilmuan kembali ditunjukkan oleh Dosen Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong melalui partisipasinya dalam Seminar Nasional dan Best Practice AIK Multikultural Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Lembaga Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (ASLAMA PTMA).
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 29 Agustus 2026, secara daring melalui Zoom, menjadi momentum penting bagi sivitas akademika PTMA untuk memperkuat pemahaman sekaligus berbagi praktik terbaik mengenai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) dalam perspektif multikultural.
Seminar nasional ini menghadirkan sejumlah tokoh dan akademisi sebagai narasumber, di antaranya Dra. Muamaroh, M.Hum., Ph.D. selaku Ketua ASLAMA, Dr. Sirojuddin, M.Pd. selaku Rektor UNIMUDA Sorong, Prof. Dr. Bambang Setiaji, M.Si. selaku Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Muhammad Muzakki, M.Pd. selaku Kepala Lembaga AIK UNIMUDA Sorong, serta Dr. Ari Anang, M.Pd. selaku Kepala Lembaga Pengembangan AIK UNAMIN Sorong.
AIK MULTIKULTURAL: MERAWAT KEBERAGAMAN, MEMPERKUAT NILAI
Seminar ini mengangkat isu yang sangat relevan dengan kondisi pendidikan tinggi saat ini, khususnya bagaimana nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dapat terus dikembangkan dalam lingkungan akademik yang memiliki latar belakang sosial, budaya, dan karakter yang beragam.
Konsep AIK Multikultural menjadi semakin penting dalam membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual, tetapi juga membentuk karakter yang menjunjung tinggi toleransi, penghargaan terhadap keberagaman, persaudaraan, keadilan, dan kemanusiaan.
Bagi Program Studi Ilmu Pemerintahan, nilai-nilai tersebut memiliki relevansi yang sangat kuat. Sebagai calon akademisi dan praktisi pemerintahan, pemahaman terhadap keberagaman merupakan modal penting dalam membangun tata kelola pemerintahan yang inklusif, partisipatif, dan berkeadilan.
DOSEN ILMU PEMERINTAHAN: BELAJAR, BERBAGI, DAN BERKONTRIBUSI
Keikutsertaan dosen Ilmu Pemerintahan UNIMUDA Sorong dalam agenda nasional ini menjadi bagian dari komitmen program studi untuk terus mendorong pengembangan kompetensi dosen, penguatan nilai AIK, serta peningkatan kualitas pendidikan dan pembelajaran.
Seminar nasional tidak hanya menjadi ruang untuk menerima pengetahuan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk bertukar gagasan dengan akademisi dan pengelola AIK dari berbagai lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah.
Melalui forum tersebut, dosen dapat memperoleh berbagai perspektif mengenai praktik pengembangan AIK yang dapat diadaptasi dan dikembangkan sesuai dengan karakteristik perguruan tinggi, mahasiswa, serta konteks sosial masyarakat Papua dan Papua Barat Daya.
DARI UNIMUDA SORONG UNTUK PENDIDIKAN YANG MULTIKULTURAL
Sebagai perguruan tinggi yang berada di kawasan dengan kekayaan sosial dan budaya yang sangat beragam, UNIMUDA Sorong memiliki posisi strategis dalam mengembangkan pendidikan yang menghargai keberagaman.
Semangat multikulturalisme menjadi semakin relevan dalam membangun generasi yang mampu hidup berdampingan, bekerja sama, dan memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat yang plural.
Karena itu, keterlibatan dosen Ilmu Pemerintahan dalam Seminar Nasional dan Best Practice AIK Multikultural 2026 bukan sekadar kehadiran dalam sebuah agenda akademik, tetapi merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas sivitas akademika dalam menghadapi dinamika masyarakat yang semakin kompleks.
MEMBANGUN AKADEMISI YANG BERKARAKTER DAN BERWAWASAN KEBERAGAMAN
Seminar ini diharapkan memberikan dampak positif terhadap penguatan pelaksanaan AIK di lingkungan UNIMUDA Sorong, termasuk dalam proses pembelajaran, pengembangan karakter mahasiswa, serta penguatan budaya akademik.
Nilai-nilai AIK yang dipadukan dengan perspektif multikultural dapat menjadi fondasi dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, kemampuan menghargai perbedaan, dan komitmen terhadap kemajuan bangsa.
Bagi Program Studi Ilmu Pemerintahan, semangat tersebut sejalan dengan kebutuhan untuk melahirkan lulusan yang mampu memahami masyarakat secara utuh dan menjalankan peran dalam pemerintahan dengan mengedepankan prinsip pelayanan publik, keadilan, persatuan, partisipasi, dan penghormatan terhadap keberagaman.
AIK MENGUATKAN NILAI, MULTIKULTURALISME MERAWAT KEBERSAMAAN
Partisipasi Dosen Ilmu Pemerintahan UNIMUDA Sorong dalam agenda nasional ini menjadi bukti bahwa pengembangan kualitas akademik harus berjalan beriringan dengan penguatan nilai dan karakter.
Dari UNIMUDA Sorong, semangat AIK terus dikembangkan.
Dari Papua Barat Daya, nilai keberagaman terus dirawat.
Dan melalui Seminar Nasional dan Best Practice AIK Multikultural 2026, para akademisi PTMA kembali menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi juga membangun manusia yang berkarakter, menghargai keberagaman, dan mampu menjadi kekuatan pemersatu di tengah masyarakat.
“Berilmu dalam keberagaman, berkarakter dalam pengabdian, dan bersatu dalam kemajuan.”
Program Studi Ilmu Pemerintahan UNIMUDA Sorong
Menguatkan Akademik, Menanamkan Nilai, dan Membangun Generasi Berkemajuan.