KABUPATEN SORONG, PAPUA BARAT DAYA — Komitmen terhadap penguatan tata kelola dan peningkatan mutu akademik terus ditunjukkan Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Politik (FHISIPOL), Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong (UNIMUDA Sorong).
Komitmen tersebut terlihat dalam agenda Pendampingan Audit Mutu Internal (AMI) yang dilaksanakan oleh Gugus Penjamin Mutu FHISIPOL, Juminah, M.I.Kom., yang diikuti oleh jajaran pimpinan fakultas dan seluruh ketua program studi di lingkungan FHISIPOL.
Hadir dalam agenda tersebut Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan, Yoga Andriyan, S.IP., M.I.P., bersama Dekan dan Wakil Dekan FHISIPOL, serta seluruh Ketua Program Studi di lingkungan Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Politik.
Kegiatan pendampingan AMI menjadi momentum strategis bagi setiap program studi untuk melakukan evaluasi secara sistematis terhadap pelaksanaan standar akademik, tata kelola program studi, dokumentasi, pengelolaan pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kemahasiswaan, hingga berbagai aspek pendukung penjaminan mutu.
AMI Bukan Sekadar Audit, tetapi Instrumen Transformasi Mutu
Dalam forum tersebut, pendampingan yang dilakukan Gugus Penjamin Mutu FHISIPOL diarahkan untuk memastikan setiap program studi memiliki kesiapan dalam memenuhi standar mutu sekaligus mampu mengidentifikasi ruang-ruang perbaikan secara berkelanjutan.
Bagi Program Studi Ilmu Pemerintahan, keterlibatan dalam agenda ini menjadi bagian penting dari upaya memperkuat sistem tata kelola berbasis evidence-based management, sehingga setiap kebijakan dan program kerja tidak hanya dilaksanakan, tetapi juga memiliki dokumen, indikator, capaian, serta evaluasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Yoga Andriyan, S.IP., M.I.P., selaku Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan, menegaskan pentingnya menjadikan AMI sebagai instrumen strategis untuk membangun budaya mutu di tingkat program studi.
“AMI harus dipandang bukan sebagai kegiatan mencari kesalahan, tetapi sebagai instrumen untuk memastikan bahwa seluruh proses akademik berjalan sesuai standar, terdokumentasi dengan baik, dan terus mengalami perbaikan. Karena mutu tidak cukup hanya diklaim, tetapi harus dibuktikan melalui kinerja dan evidence yang terukur.”
Menurutnya, penjaminan mutu harus menjadi budaya bersama yang melibatkan seluruh unsur sivitas akademika. Program studi perlu membangun sistem kerja yang konsisten, terdokumentasi, terukur, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan pendidikan.
Ketua Prodi Ilmu Pemerintahan Dorong Penguatan Tata Kelola Berbasis Mutu
Kehadiran Yoga Andriyan dalam agenda pendampingan AMI juga memperlihatkan komitmen Program Studi Ilmu Pemerintahan dalam mempersiapkan tata kelola akademik yang semakin adaptif terhadap tuntutan pendidikan tinggi.
Penguatan mutu menjadi semakin penting seiring meningkatnya tuntutan terhadap program studi untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, memiliki integritas, serta mampu menjawab kompleksitas persoalan pemerintahan dan pembangunan, khususnya di kawasan Papua dan Indonesia Timur.
Karena itu, berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan di Program Studi Ilmu Pemerintahan terus diarahkan agar memiliki keterkaitan yang kuat antara kurikulum, proses pembelajaran, kompetensi dosen, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kemahasiswaan, kerja sama, luaran lulusan, dan kebutuhan masyarakat serta dunia kerja.
Kolaborasi Pimpinan Fakultas dan Program Studi Jadi Kunci
Agenda pendampingan AMI juga memperlihatkan pentingnya sinergi antara pimpinan fakultas, Gugus Penjamin Mutu, dan program studi.
Kehadiran Dekan dan Wakil Dekan FHISIPOL bersama seluruh Ketua Program Studi menciptakan ruang kolaboratif untuk menyamakan persepsi mengenai pelaksanaan penjaminan mutu serta memastikan kesiapan masing-masing program studi dalam menghadapi proses audit.
Gugus Penjamin Mutu FHISIPOL melalui Juminah, M.I.Kom. memberikan pendampingan agar setiap program studi mampu memahami instrumen, menyiapkan bukti pendukung, mengidentifikasi ketidaksesuaian, serta merumuskan langkah tindak lanjut yang dapat meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan.
Pendampingan tersebut sekaligus memperkuat pesan bahwa penjaminan mutu bukan pekerjaan administratif semata, melainkan bagian integral dari strategi pengembangan institusi.
Menuju Prodi Unggul dan Berdaya Saing
Partisipasi Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan dalam agenda Pendampingan AMI menjadi salah satu langkah konkret dalam membangun tata kelola program studi yang semakin profesional, akuntabel, dan berorientasi pada mutu.
Dengan budaya evaluasi dan perbaikan berkelanjutan, Program Studi Ilmu Pemerintahan FHISIPOL UNIMUDA Sorong diharapkan semakin siap menghadapi tuntutan akreditasi, meningkatkan kualitas layanan akademik, memperkuat capaian pembelajaran lulusan, serta menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi pemerintahan dan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah, nasional, dan kawasan Indonesia Timur.
Agenda tersebut sekaligus menegaskan bahwa transformasi mutu di perguruan tinggi tidak dibangun secara instan, melainkan melalui konsistensi, kolaborasi, evaluasi, dan keberanian untuk terus melakukan perbaikan.