Perkuat Layanan Kemahasiswaan, Yoga Andriyan Dorong Evaluasi Strategis untuk Wujudkan Kampus Responsif

Perkuat Layanan Kemahasiswaan, Yoga Andriyan Dorong Evaluasi Strategis untuk Wujudkan Kampus Responsif

Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya — Komitmen Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong dalam meningkatkan kualitas layanan kemahasiswaan terus diperkuat melalui evaluasi secara berkala dan kolaboratif. Langkah strategis tersebut salah satunya ditunjukkan melalui kehadiran Yoga Andriyan, M.I.P., selaku Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan, dalam rapat evaluasi layanan kemahasiswaan yang diselenggarakan oleh Lembaga Kemahasiswaan dan Alumni UNIMUDA Sorong.

Rapat tersebut menjadi momentum penting untuk melakukan refleksi menyeluruh terhadap berbagai bentuk layanan yang diberikan kepada mahasiswa, sekaligus merumuskan langkah-langkah perbaikan agar layanan kemahasiswaan semakin adaptif, responsif, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan mahasiswa.

Sebagai Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan, Yoga Andriyan menegaskan bahwa kualitas layanan kemahasiswaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilan penyelenggaraan pendidikan tinggi. Menurutnya, mahasiswa bukan sekadar penerima layanan akademik, tetapi merupakan bagian utama dari ekosistem perguruan tinggi yang harus mendapatkan ruang untuk berkembang secara akademik, organisatoris, profesional, dan personal.

Evaluasi layanan kemahasiswaan harus menjadi instrumen untuk memastikan bahwa setiap mahasiswa memperoleh pelayanan yang cepat, tepat, transparan, dan berorientasi pada pengembangan potensi. Kampus harus hadir sebagai ruang yang mampu mendengar kebutuhan mahasiswa sekaligus memberikan solusi yang konkret,” ujar Yoga dalam forum tersebut.

Ia menambahkan, penguatan layanan kemahasiswaan membutuhkan sinergi lintas unit. Program studi, fakultas, lembaga kemahasiswaan, organisasi mahasiswa, hingga unsur pimpinan universitas perlu membangun komunikasi yang berkelanjutan agar berbagai persoalan mahasiswa dapat diidentifikasi dan ditindaklanjuti secara sistematis.

Dalam perspektif Program Studi Ilmu Pemerintahan, evaluasi layanan kemahasiswaan juga memiliki nilai strategis karena menjadi bagian dari proses pembentukan karakter mahasiswa yang memiliki kemampuan kepemimpinan, komunikasi publik, tata kelola organisasi, serta kepekaan terhadap berbagai persoalan sosial dan pemerintahan.

“Mahasiswa Ilmu Pemerintahan harus mendapatkan pengalaman tata kelola yang baik sejak berada di lingkungan kampus. Karena itu, pelayanan yang profesional, transparan, akuntabel, dan partisipatif bukan hanya menjadi konsep yang dipelajari di ruang kelas, tetapi juga harus dapat dirasakan dalam kehidupan kampus,” tegasnya.

Rapat evaluasi tersebut turut menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai berbagai tantangan pelayanan mahasiswa, termasuk kebutuhan peningkatan koordinasi, efektivitas komunikasi, pendampingan kegiatan mahasiswa, penguatan organisasi kemahasiswaan, serta optimalisasi layanan yang mendukung pengembangan prestasi dan kompetensi mahasiswa.

Yoga menilai, evaluasi tidak boleh berhenti pada identifikasi persoalan. Setiap temuan harus diterjemahkan menjadi rekomendasi dan program tindak lanjut yang terukur.

Kita tidak ingin evaluasi hanya menghasilkan catatan rapat. Evaluasi harus melahirkan aksi, perbaikan, dan inovasi layanan. Ukuran keberhasilannya adalah ketika mahasiswa benar-benar merasakan adanya peningkatan kualitas pelayanan dari waktu ke waktu,” ungkapnya.

Kehadiran Yoga Andriyan dalam forum tersebut sekaligus memperlihatkan posisi strategis Program Studi Ilmu Pemerintahan dalam mendorong terciptanya ekosistem pendidikan tinggi yang menempatkan mahasiswa sebagai pusat pengembangan institusi.

Langkah tersebut sejalan dengan semangat transformasi perguruan tinggi yang menuntut adanya tata kelola layanan yang semakin profesional dan berbasis kebutuhan pengguna layanan. Dalam konteks tersebut, evaluasi layanan kemahasiswaan menjadi salah satu instrumen penting untuk memastikan bahwa kebijakan dan program universitas benar-benar memberikan dampak terhadap pengalaman belajar serta perkembangan mahasiswa.

Dengan adanya forum evaluasi yang melibatkan berbagai unsur terkait, UNIMUDA Sorong diharapkan semakin mampu membangun sistem layanan kemahasiswaan yang responsif, inklusif, inovatif, dan berorientasi pada prestasi mahasiswa.

Bagi Yoga Andriyan, penguatan layanan mahasiswa bukan sekadar persoalan administratif, melainkan bagian dari investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi yang unggul dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan kawasan Papua Barat Daya.

“Ketika mahasiswa dilayani dengan baik, didengar aspirasinya, dan diberikan ruang untuk berkembang, maka sesungguhnya kita sedang membangun masa depan perguruan tinggi. Mahasiswa hari ini adalah pemimpin masyarakat di masa depan,” pungkas Yoga.